Langsung ke konten utama

AYAT KESELAMATAN

 Ayat Keselamatan (Salamun) ini dibaca masing-masing 7x setiap sehabis sholat subuh dan maghrib, InsyaAllah kita akan terbebas dari segala macam bahaya dan mendapat perlindungan Allah SWT

1. Salamun Qaulam Mirrabbirrahim 7x
2. Salamun Ala Ibrahim 7x
3. Salamun Ala Nuhin Fil Alamin 7x
4. Salamun Ala Musa Wa Harun 7x
5. Salamun Alaikum Thibtum Fadhkhuluna Khalidin 7x
6. Salamun Ala Ilyasin 7x
7. Salamun Hiya Hatta Mat La'il Fajr


Telah kubaca ayat-ayat suci di dalam Qalam Ilahi, dalam surat As-Shaffat. Ada satu hal yang sangat membuat jiwa ini ikut merindukan untuk mendapatkannya. Di dalam surat As-Shaffat dikisahkan para Nabi dan Rasul yang mulia. Para utusan Allah tersebut mendapat ucapan salam. Sebuah salam yang sangat indah. Sangat indah sekali.. Karena salam itu berasal dari Ar-Rahim, Allah Yang Maha Penyanyang:

“Salamun ‘ala nuhin fil ‘alamin.”

“Kesejahteraan (Kami limpahkan) atas Nuh di seluruh alam.”


“Salamun ‘ala ibrahim.”

“Selamat sejahtera bagi Ibrahim.


“Salamun ‘ala musa wa harun.”

“Selamat sejahtera bagi Musa dan Harun.”


“Salamun ‘ala ilyasin.”

“Selamat sejahtera bagi Ilyas.”


“Wasalamun ‘alal mursalin.”

“Dan selamat sejahtera bagi para Rasul.”



Dan di surat Al-Ahzab: 56 Allah berfirman:

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
Assalamu’alaika ayyuhan Nabi warahmatullahi wabarakatuh.

Tidak hanya kepada para Nabi dan Rasul, Allah Yang Maha Penyanyang masih memberikan salam. Salam untuk penghuni syurga.

“Sesungguhnya penghuni syurga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan. Di syurga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta.
“Salaamun qoulam mirrobbirrohiim”, (Kepada mereka dikatakan): “Salam”, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.” (Q.S. Yassin: 55-58)

Ya Allah adakah salam dari-Mu untuk kami?

Ya Allah kami sangat merindukan salam. Salam yang sangat indah dari-Mu.


Tapi amal apa yang sudah kami lakukan? Jauh sekali jika dibandingkan dengan para Nabi dan Rasul. Perjuangan mereka begitu besar, mereka melakukan semua perintah-Mu dengan setulus cinta pada-Mu. Maka sangatlah pantas jika mereka menjadi kekasih-Mu dan mendapat ucapan salam dari-Mu. Tetapi amal kami, sangat sedikit sekali tak mencukupi untuk mendapat salam dari-Mu. Bahkan kami lebih sering melalaikan perintah-Mu, sering menyekutukan-Mu.

Ya Allah, ampunilah aku dan saudaraku sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau. Ya Tuhanku, masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau adalah Maha Penyayang di antara para penyayang. Amin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Khitan dan Hukumnya

Pengertian Khitan dan Hukumnya 1.Pengertian Khitan Khitan  menurut bahasa berarti memotong atau mengkhitan, sedangkan menurut istilah khitan adalah memotong kulup (ujung kulit kelamin laki-laki) yang menutupi zakar. Bertujuan agar mudah ketika membersihkan kotoran dari sisa air seni yang menempel pada kulit dalam tersebut. Menurut seorang ulama yang bernama Imam al-Mawardi, khitan untuk laki-laki adalah memotong kulit yang menutupi  khasyafah (kepala kemaluan), sehingga seluruh khasyafah terbuka dan tidak ada kulit yang menutupinya. Adapun khitan untuk perempuan adalah memotong kulit yang berada di ujung kemaluannya. Menurut dokter, ujung kelamin dapat menghimpun berbagai penyakit. Untuk menghindarkannya alat kelamin perlu dikhitan, melalui khitan selain dapat mensucikan diri dari najis juga menghindarkan diri dari penyakit. Khitan merupakan keutamaan dalan ajaran agama Islam untuk menjaga kesucian. Khitan dalam syariat dipandang sebagai fitrah, sebagaimana dijelask...

sejarah kebudayaan islam

Perang Uhud Pengalaman pahit yang dirasakan oleh kaum Quraisy dalam perang Badar telah menyisakan luka mendalam nan menyakitkan. Betapa tidak, walaupun jumlah mereka jauh lebih besar dan perlengkapan perang mereka lebih memadai, namun ternyata mereka harus menanggung kerugian materi yang tidak sedikit. Dan yang lebih menyakitkan mereka adalah hilangnya para tokoh mereka. Rasa sakit ini, ditambah lagi dengan tekad untuk mengembalikan pamor Suku Quraisy yang telah terkoyak dalam Perang Badar, mendorong mereka melakukan aksi balas dendam terhadap kaum Muslimin. Sehingga terjadilah beberapa peperangan setelah Perang Badar. Perang Uhud termasuk di antara peperangan dahsyat yang terjadi akibat api dendam ini. Disebut perang Uhud karena perang ini berkecamuk di dekat gunung Uhud. Sebuah gunung dengan ketinggian 128 meter kala itu, sedangkan sekarang ketinggiannya hanya 121 meter. Bukit ini berada di sebelah utara Madinah dengan jarak 5,5 km dari Masjid Nabawi. WAKTU KEJADIAN Pa...